Teman

Adith menuju sudut kamar. Potongan tubuh Rani masih bertumpuk disana. Bau anyir memenuhi ruangan tak dirasanya.
“Aku takkan melepasmu sayang”
Adith mengambil tangan Rani yang tak utuh, menciumnya sambil memejam, kemudian diakhiri dengan memasukan jari pucat dan kaku itu ke mulutnya. Mengunyah tanpa ragu sedikitpun.
Lengan, kaki, kemudian diikuti bagian isi perut Rani.
Aku tegak mengalihkan pandangan. Apa yang merasuki teman satu asrama ku ini?
Masih kutahan napas agar hilang mualku, lalu memberanikan diri membungkuk  melihat dari sela lubang kunci. Mayat Rani tak berada di tempatnya. Adith juga.
“Kau sedang apa?” Suara Adith dari belakang sambil menghujam pinggang kiriku.



Jumlah kata : 100
Picture : Nge-photoshop sendiri

7 comments:

  1. Ha,a,a,a,a,a *mangap* *sadisgariskeras*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi..baru belajar iyah. Mingkem lah :D

      Delete
  2. Aku mewakili tokoh aku, mau teriak "Aaaaaaaaa...."
    Sudah gitu aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Rin, mau dijadiin tokoh selanjutnya?

      Delete
  3. udah gtu aja, aku kecewa, sama seperti mau makan nasi udah ambil piring ternyata nasi gak ada, kurang panjang ini brooo

    ReplyDelete