OBSER VASI DAVI

Badan awak udah terlambai – lambai di pinggir aspal hitam. Jarum panjang di jam tangan sudah menunjukan 09.30. Awak pasrah menyerah. Kelas antropologi perkotaan tak akan terkejar. Sambil bersiul – siul pasrah awak nunggu angkot yang biasa awak tumpangi. Kemudian selang 2 menit datang lah titik kuning dari kejauhan. Bukan, ini bukan kotoran yang di bawa arus, ini adalah angkot yang awak tunggu-tunggu.
Akhirnya awak berhasil juga merapatkan bokong pada jok angkot menuju kampus. Selain angkot tak ada lagi sarana transportasi awak ke kampus. Dari mulai SMP awak naek angkot kemana –mana. Bisa dibilang angkot adalah separuh hidup awak. Mungkin kalau ada pertanyaan dimana tempat yang banyak dihabiskan seorang anak manusia  selama sehari, awak akan menjawab di Angkot (baca : Angkutan Kota). Hampir 7 dari 24 jam yang Tuhan kasi, awak habiskan di atas Angkot. Sebagai orang yang memiliki Angkotlitas yang tinggi (kalo naek mobil = mobilitas, naek angkot = angkotlitas), itu pencapaian yang cukup spektakuler. Dengan rincian 7 jam di dalam angkot, 8 jam waktu tidur, 4 jam kuliah di kelas, dan 5 jam waktu lain – lain (nonton, mandi, maen PS, dan Eek)
Berangkat dari keseringan di Angkot membuat otak awak sedikit panas. Mungkin ini disebabkan bokong yang Aus tergesek oleh jok. Tapi sebenarnya banyak yang bisa awak observasi di dalam Angkot. Awak bisa membuat pengkategorian penumpang ke dalam 6 tipe.

J Tipe Talk “maniac”
Penumpang talkmaniac biasanya kaum hawa. Mahasiswi, cewek – cewek SMA, dan Mamak – Mamak. Sesuai namanya, penumpang ini becakap – cakap terus dengan pacar, teman, abang, saudara atau siapa saja. Mulai dari naik sampai ke tujuan. Kalo ada jeda, hanya waktu tertentu, misalnya ada penumpang lain yang mau turun atau mau naik. Topic pembicaraan beragam, mulai dari urusan keluarga, pr yang belom siap, pacar yang selingkuh, harga cabe yang naek, artis yang cerai, nenek-nenek shuffle dance, macamlah tu. Sampe ceritain penumpang laen. Contoh.
“Ish, pede kali anak tu make Tank Top, bagusan pake you can see kayak akyu”
(ini terjadi pada saat yang jadi bahan pembicaraan udah turun Angkot)
J Tipe HP-Sentris
Kalau tipe ini kebalikan dari di atas. Penumpang ini biasanya pendiam, gak akan banyak bicara dan matanya terus natap ke layar HP. Ntah itu SMS-an, BBM-an, update Status di jejaring sosial, ato maen game. Ciri – cirinya sedikit idiot, karena penumpang bertipe kan HP-sentris sering ketawa – ketawa ato senyum sendiri tapi mata tetep focus di HP.
J Tipe Musisi
Penumpang ini dapat dikenali dari Headset ato handsfree yang teselip di kupingnya. Penumpang musisi biasanya menempuh perjalanan yang relative jauh, misalnya dari Tembung ke Padang Bulan. Jadi untuk memangkas  rasa jenuh, mereka mendengarkan music dari MP3 player ato Hp. Tapi jangan heran kalau mereka tanpa sadar mengeluarkan gumam-an yang gak jelas(sebenarnya lagi nyanyi tu), dan satu lagi, karena efek suara yang ditimbulkan headset cukup kuat di telinga mereka, mereka jadi gak sadar saat bilang “PINGGER BAANG” volumenya bisa buat orang stroke.
J Tipe Cabul
Nah, kalo yang ini pelakunya adalah laki – laki, biasanya pelajar, mahasiswa, abang – abang gatal, Om – om bahagia. Mereka ini punya mata setajam Elang, suka duduk di depan pintu ankot, biar bisa liat, “Nenen – Free” Penumpang ini biasanya Oportunis(pengambil kesempatan). Ada Rok penumpang lain tebuka, liat. Kerah baju cewek turun, melotot.
Untuk anda bertipe seperti ini, segeralah bertobat. Amin…..
J Tipe Perayu
Jika anda melihat ada sosok pria so’ manis, ramah, dan senyum – senyum gak jelas itu adalah penumpang Perayu. Beda – beda tipis dengan penumpang Cabul, tipe ini selalu mengambil kesempatan untuk deketi penumpang yang dianggapnya, ehm “MANTAB”. Trus dengan keahliannya merayu berusaha untuk kenalan dan minta no HP. Playboy Cap Kerak Nasi’. Tipe ini rata-rata mengeluarkan kalimat yang ampuh untuk memulai percakapan dengan calon korban. Contoh “Harinya panas kali ya”, atau “Pulang kuliah?” atau juga yang paling 70-an “Jam berapa mbak?”

J Tipe Penumpang Sejati
Tipe penumpang ini adalah penumpang yang ideal. Tidak banyak cakap, menikmati perjalanan dengan aman, nyaman, tertib dan indah (mirip motto kota – kota di Indonesia)

Dari uraian di atas (macam soal ujian bhs Indonesia pun), semoga informasi yang awak sampaikan tidak sia – sia. Udah dulu ya, ini ada cewek cakep baru naik, awak mau nanya jam ama dia.


0 comments: