Pacar Baru



Yuna masih berada di sudut ruangan gudang belakang, ia rasa itu tempat yang paling aman saat ini. Diluar rumahnya, mendung abu-abu masih menggantung. Keringat didahi jatuh dengan sendirinya. Nafasnya turun naik diantara dada dan tenggorokan.

"Yuna dimana kamu?" Suara pria ringan tanpa beban terdengar dari luar. Yuna terus mengawasi pintu kamarnya dari dalam.

Yuna menangis tanpa suara. "Ayah, Ibu cepatlah pulang" mohonnya dalam hati.

Ia masih bingung kenapa pria yang 40 menit yang lalu masih menjadi pacarnya, saat ini menjadikannya semacam buruan.

***
"Sayang, kamu yakin gak mampir dulu?" Tanya Yuna pada Raja, pacar barunya.
"Aku langsung pulang ya, belum siap kenalan sama orang tua kamu" jawab Raja tersenyum.
"Orang tuaku lagi arisan, paling juga malem pulangnya. Dirumah cuma ada Bibi" Yuna menarik tangan pacarnya itu.
Raja tak enak menolak lagi. Ia turuti kata-kata Yuna dengan segera memasukan sepeda motor ke dalam garasi rumah.

***
Yuna memberanikan diri mendekat ke arah pintu gudang untuk memeriksa apakah Raja masih memburunya. Matanya hampir menempel pada lubang kunci. Tampak lengang. Ia kembali teringat Bibi.
***
"Aku mandi dulu ya" Pamit Yuna pada Raja.
"Kamu nonton aja dulu, oiya ini Bibi Ani. Orangnya baik cuma agak cerewet" Yuna mengenalkan bibi pada Raja saat Bibi datang dengan segelas teh hangat. 
"Makasih ya, Bi " Kata Raja dengan senyum. Bibi tersenyum sambil mengangguk melihat tingkah dua muda mudi sedang jatuh cinta ini walaupun ada sesuatu hal yang tersirat dipikirannya.

***
Yuna baru saja selesai melilitkan tali kimono mandinya saat suara erangan yang sepertinya datang dari dapur. Pelan memang tapi cukup untuk membuat Yuna bergidik. Yuna segera keluar kamar dan berjalan menuju tempat dimana sumber suara itu.
Yuna terdiam ketika matanya menyaksikan apa yang dihadapannya. Bibi tergeletak di lantai dapur. mulutnya mengeluarkan darah segar. Sementara orang yang membelakangi dirinya, Raja. Bergeming. Hanya tangan dan sebilah pisau menari menyayat.

***
Langkah gontai menyeret terdengar dari balik pintu Yuna bersembunyi. Bayangan orang dari luar terlihat dari sela bawah pintu. Yuna masih ragu untuk kembali mengintip dari lubang kunci. 
Hei langkah itu terdiam, pikir Yuna dalam hati. Apakah ia tau aku di dalam.
Aku harus mengahadapi ini. Ini bukan pertama kali Yuna berhadapan dengan maut. Setahun lalu ia berhasil merobohkan pria asing berbaju oranye yang ingin mencuri dirumahnya. 
Yuna dengan perlahan mendekati peti kayu yang ia tau ada sebilah kapak milik ayahnya.
Dan beberapa ketukan pintu dari luar membuat Yuna menguatkan genggaman pada gagang kapak.
"Hai orang gila, aku tak takut" Yuna menjerit. Ia sudah bersiap sekarang.
Raja pacar barunya tak menjawab. Kali ini sepertinya Raja mencoba menendang pintu gudang itu.
Sekitar 5 kali tendangan dari luar pintu itu roboh. Raja terjatuh kemudian menatap tajam ke arah Yuna. Wanita yang sudah hilang rasa takutnya langsung melayangkan mata kapak tepat dikening Raja. Luka menganga diikuti cairan merah deras keluar.

***
Yuna akhirnya sadar saat ia ada diruangan serba putih, sementara diluar dalam tiga hari ini memberitakan, "Lagi : Setelah tukang Pos, Yuna membunuh pria yang diduga pacar barunya"
Bibi hanya bisa menangis. Seharusnya ia beritahu pacar baru anak majikannya itu, kalau Yuna punya halusinasi nan tinggi.

9 comments:

  1. Anjay....
    Baru baca fiksinya.
    Bagus juga ya bang davi :)))
    Btw, ini kunjungan perdana ku.
    Rajinlah menulis biar adeq bisa sering2 berkunjung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenak anjay sama vlogger favorit akoh hahahah
      makasih benaa

      Delete
  2. astagahhhh plot twist di twisterin kita,,, haha, kirain kenape, kasian si yuna, aku mau ngobatin dia bg, cemana? kapan bisa jumpakan sama dia?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa sab, sebenarnya yuna ini terinspirasi sama salah satu kawan :D

      Delete
  3. skizooo...
    *pukpuk Yuna*


    plot twistnya keren ah, tebakan gue salah euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Weeheh makasih ndro, blm abis baca punyamu

      Delete
  4. Hahah sepertinya halusinasi Yuna adalah halusinasi penulisnya. Ah takut awak :D

    ReplyDelete
  5. WOOOP, FRESH DARI OVEN KEKNYA INI.
    konsep tulisan baru, dan punya kejutan di akhirnya
    paten

    ReplyDelete