Furniture Bergaya Industrialis, Untuk Kamu Yang Suka Kesederhanaan

Furniture Bergaya Industrialis, Untuk Kamu Yang Suka Kesederhanaan - Kalau ditanya seberapa besar pengetahuan awak soal desain interior? awak akan menjawab pas-pas makan. Pengkategorian soal desain interior yang ada di kepala pun cuma ada 2. Mantap & Gak Paten.



Lain halnya jika menyangkut furniture (yang merupakan bagian dari desain interior), sebagai anak dari ayah mantan seniman kayu yang handal, awak cukup mafhum soal ini.

Berdasarkan gaya a.k.a style-nya ada beberapa jenis furniture yang ada di dunia fana ini, antara lain Victorian, Neoclassic, Renasains de el el. Nah beberapa tahun terakhir ada salah satu konsep yang cukup menarik perhatian orang banyak, termasuk awak adalah furniture bergaya industrialis. Ciri-cirinya, sentuhan terkahir furniture ini biasanya tanpa jilatan cat, atau dengan kata lain menunjukan warna aslinya. Untuk jenis kayu pengrajin akan melapisinya dengan politur saja, untuk menghindari gangguan rayap. Pada bahan besi, alumunium atau stainless pun tidak pernah di cat sama sekali, melainkan dibiarkan menurut warna aslinya. Dan ciri terakhir yang paling awak suka adalah, terkadang bahan yang digunakan untuk membuat furniture bergaya industrialis adalah bahannya berasal dari kayu atau benda daur ulang. Makanya kemarin sempet liat-liat dulu disini :


Pure ini adalah produk lokal Medan yang membuat furniture bergaya industrialis dengan harga yang chakep. Karena kebutuhan akan meja yang semakin tinggi di rumah awak, makanya inceran jatuh ke meja ini :


Modelnya sih mirip-mirip sama meja sekolahan waktu SD, Setelah dapet no hapenya awak langsung telfon :
Telepon : Tuuut
Awak : Halo
Abangnya : Halo siapa ini?
Awak : Davi
Abangnya : Apa? Daki?
Awak : Kok Daki! Davi, Bang. Pake Ve
Abangnya : Ooo Davi. Maaf ya, Bang, Apa carik bang, Untuk siapa Pake? Ada warna!
Awak : Cari meja, Bang. Untuk awak pake. Warnanya apa aja?
Abangnya : Ada Clear Grain sama Burned Grain, Bang.
Awak : Bahannya apa, Bang?
Abangnya : Kita pake Pinus, Bang
dst...sampai akhirnya kami jadian.

Setelah tutup telfon awak coba googling lagi dengan maksud bandingin harga diluaran sana, Untuk harga meja saja beberapa toko yang menjual  furniture bergaya industrialis jut-jutan (jutaan) belum lagi ongkos kirim karena letaknya di luar Medan. "Kayaknya Pure ini bisa dijadiin referensi buat belanja furniture lah" Ujar awak dalam hati sambil menatap ke samping dan wajah yang di zoom ala Haji Muhidin.



2 comments:

  1. kenapa kloset sama boneka anabel ada di ruang tengah cobaaa hahaha

    ReplyDelete