Menunggu

Danang dan Vivi adalah pasangan pengantin baru yang tinggal di sebuah kota metropolitan. Danang bekerja sebagai sales balsem cap "Geli Nggak" yang panasnya tahan lama. Konon jika dioleskan di badan hari selasa pagi, sabtu sore baru hilang panasnya. Vivi istrinya hanya menjadi ibu rumah tangga. Danang yang setiap hari pergi pagi, akan pulang pada senja, dan Vivi akan selalu menunggunya dengan sabar sambil angkat barbel. Danang biasanya akan pulang dengan wajah lesu karena letih, maklum Danang berjualan produknya dengan jalan kaki keliling kota dan tak jarang sampai ke negara tetangga. Vivi sebagai istri yang baik selalu menyambut mesra suaminya. Vivi menyediakan air hangat untuk Danang mandi, menyiapkan makanan dan memberi semangat pada suaminya tercinta sembari mengelus-elus kepala suaminya sebelum tidur. Danang suami yang manja.
"Sabar ya Mas, besok pasti lebih baik"
Danang mengangguk sambil menatap dalam istrinya. Ia merasa tak salah menjadikan Vivi sebagai istri.
Berkat kerja keras dan dukungan dari istrinya, Danang perlahan mulai sukses. Ia kini tak lagi jalan kaki untuk menjajakan balsem-balsemnya, sebab ia telah membeli sebuah vespa matic untuk ngider. Apalagi setelah seorang koleganya berinvestasi dengan Danang. Mereka mengekspor Balsem ke Kutub Utara. Orang-orang disana sangat suka memakai balsem "Geli Nggak". karena dengan balsem ini mereka tidak perlu memakai baju berlapis-lapis lagi. Dengan mengoleskan balsem saja, para pria bisa memakai kaos oblong V neck dan perempuan bisa pake lejing aneka warna tanpa harus kedinginan. Danang untung besar.
Setiap sore pulang bekerja Danang selalu tersenyum ceria. Wajahnya tak lagi lusuh. Ia selalu membawakan Vivi makanan kesukaan vivi yang ia beli langsung dari asalnya. Martabak Bangka.
"Ini berkat kamu sayang" ucap Danang pada istrinya
Vivi tersenyum.
"Karena izin tuhan juga Mas"
Semakin hari Danang bertambah sukses. Koleganya semakin banyak. Itu menyebabkan dia menjadi luar biasa sibuk.
Biasanya pukul 5 vivi telah mendapatkan Danang membuka pagar dan berjalan ke arahnya sambil menenteng tas kerja. Sekarang Danang pulang tak tentu. Terkadang pukul 6. Di lain waktu pukul 7 bahkan pernah pukul 10 malam.
Vivi sebagai istri selalu menunggu suaminya dengan setia. Ia berusaha tak tidur sampai suaminya pulang.
Lantas apakah Danang memang benar-benar bekerja. Jawabanya tidak. Ia berfoya-foya dengan uangnya. Ia pergi karaoke ke "Ijulvista" bersama relasi-relasinya. Kadang ia ke luar negri untuk sekedar membeli sabun mandi. Tanpa sepengetahuan Vivi.
Sementara itu vivi masih tetap menunggu dengan setia suaminya pulang kerja. Untuk mengisi waktu sambil menunggu Vivi menonton GGS sambil menyulam. Air hangat yang disiapkan untuk mandi Danang sering kali terbuang karena dingin. Makanan yang dimasak terpaksa ia masukan ke microwave agar tak basi dan terbuang. Vivi masih saja menunggu.
Hari itu adalah hari senin. Danang pamit ke vivi dan mengatakan ia ke Kutub Selatan untuk meresmikan pabrik balsem yang ada disana. Vivi memaklumi suaminya yang kini telah sukses. Ia tak mengeluh. Malah vivi setiap waktu makan mengirimkan pesan melalui BBM dan alhamdulillah pesan terebut tak terbalas. Hanya terlihat R pada statusnya. Vivi berpendapat tak apa jika tak terbalas, setidaknya pesan ini tersampaikan.
"Sayang aku pulang jam 11 malam ini tunggu aku ya"
Pesan singkat Danang kepada istrinya. Jam 10 vivi telah duduk di ruang tamu menunggu suaminya. Waktu berlalu. Pukul 11.05 Danang belum juga sampai. Pukul 01.00 Vivi mulai cemas. Ia terus menunggu sampai ia tertidur di ruang tamu. Vivi terbangun di Selasa pagi. Ia mencoba mengirim pesan pada suaminya namun hanya bertanda ceklis. Tak berubah. Esoknya juga belum ada kabar. Kamis. Sabtu. Minggu dan seterusnya Danang tak pernah kembali. Vivi tak kecewa. Ia malah mencemaskan nasib prianya itu. Apa mungkin terjadi sesuatu.
Kemanakah Danang? Ia kini lupa diri. Ia sebenarnya tak ke Kutub Selatan. Ia ada di bali bersenang senang dengan istri barunya. Ia lupa kalau ada Vivi sedang menunggunya..
Vivi masih terus menunggu..
Sambil bercermin tanpa vivi melihat ada bayangnya disitu.


Apakah kau masih ingin membuat orang yang kau sayang menunggu?


4 comments:

  1. Wiih, dimana ada jual balsem "Geli Nggak"-nya bang? Mau belilah satu :D

    ReplyDelete
  2. bang davi ini kok mirip kawan awak.. dulu anak sma 10 ya bang??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia, adek pernah jadi guru olahraga ya?

      Delete