Ini Kartini Ku

Dahulu waktu awak masih kecil, masih seukuran tempat sampah organik lah kira-kira cerita ini terjadi.
Suatu pagi yang indah, langit tampak indah, burung gereja selesai mandi basah dengan gajah, Davi kecil tampak gelisah. Apa yang membuatnya gelisah? Hari Minggu. Lantas apa hubungan kegelsihan anak unyu itu dengan hari minggu?
 “Mak awak kan udah mandi, boleh main keluar ya?” kata davi sambil dipakein kolor motif Batman sama emaknya.
“Boleh, asal jangan jauh-jauh ya. Tali kamu gak panjang loh”
Davi kecil hanya mengangguk. Selesai ditaburi bedak “talk” Davi kecil langsung berlari menuju ke rumah tetangganya untuk menghilangkan kegelisahannya sedari tadi yaitu nonton tv.
Pada saat itu Davi kecil sudah tau film kartun, yak di zaman itu setiap minggu pagi film untuk anak-anak di putar. Ada Doraemon, Jiban, H-man dan masih banyak lagi. Kalo terasa asing dengan 2 judul terakhir  boleh googling bentar.
Di zaman itu keluarga yang memiliki tv hanya sedikit, sebagian besar tidak punya.Keluarga davi kecil adalah bagian dari yang -sebagian besar- itu makanya dia rela pagi-pagi sudah merajalela di rumah tetangga, kasihan.
Di tengah ia berlari kecil, dari jauh tampak pintu tetangga bernama Bang Carlewis tertutup, namun ia tak patah semangat, ia semakin kencang berlari, taik ayam yang sedari tadi diam diinjaknya dengan brutal hingga pecah berantakan. Sedikit terengah Davi kecil sampai di depan rumah Bang Carlewis, pintu setinggi dua meter-an berwarna coklat tertutup rapat.
“Bang Calewis, Bang Calewis” Davi kecil memanggil. Tak ada sahutan dari dalam.
“Baang, numpang nonton” sekali lagi Davi memanggil.  Namun tetap sepi, angin bertiup dibelakang Davi.
Davi kecil diam, pupus harapannya nonton kartun kesukaanya. Saat ia ingin berbalik pulang, sayup terdengan suara Suneo memanggil Nobita.
Davi kecil mengikuti instingnya, ia berjalan menuju lubang kunci di hadapannya. Tampak cahaya tv yang memang sedang memutar Doraemon.
Ahh..terlalu kecil, ucapnya dalam hati. Matanya langsung menuju jendela. Memang naluri rampok sudah ada sejak dini. Davi langsung tegak di jendela.  Ia menonton kartun di rumah orang dari JENDELA.
~ 0 ~

Dirumah Emak Davi mengiris kentang dengan alunan Terajana milik Haji Rhoma, lagu ceria itu berbanding terbalik dengan hatinya saat ini. Air matanya berlinang, bulir-bulir pulpy mengalir dari lubang hidung.  Rupanya tak sengaja Emak Davi sepulang dari belanja di Pajak Bengkok melihat Davi kecil pelanga-pelongo di jendela tetangganya. Emak tau saat itu Davi kecil sedang nonton.
Emak tidak melanjutkan masakannya. Ia pergi ke kamar dan membuka lemari pakaian. Di jangkaunya tabung tanah liat simpananannya.
~ 0 ~
Davi pulang dengan bahagia, ia bersiul dengan kunci dasar G#m. Minggu depan ia tetapkan untuk datang dan nonton kartun lagi, berharap pintunya terbuka. Kalau tertutup davi kecil sudah memikirkan untuk membawa beberapa anggota PP.
“Samlekom”  ucap davi sumringah.
“Walaikumsalam” jawab mamak dari dapur .

Davi kecil berniat mendatangi ibunya untuk menceritakan nobita , tapi langkah kecilnya berhenti. Pemandangan indah yang ada di rak. 


Mamak datang dari dapur, senyum melihat davi. Davi ketawa disertai loncat gak beraturan, bukan step.
Tv baru di tempat yang biasanya aquarium berisi ikan gobi merak berada.

Awak dapat cerita ini saat sudah besar, dahulu yang terlintas hanya mamak itu orang yang paling baik karena telah membelikan tv merk fujielektrik berukuran 14 inchi. Tapi sekarang awak tau, dia tidak baik, tapi sangat baik, perempuan hebat dari tanah Minang. Ini Kartini ku, kartini keluarga kami (walaupun nama aslinya Desmita Hidrawati)

13 comments:

  1. Nice post,,, yuk share ke yang lain
    Mampir yaa wedewie.blogspot.com banyak review baru ttg 2 komunitas keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi kakak dewi, ia udah sering mampir juga kok :D

      Delete
  2. nice... moga kartininya bang Davi sehat selalu yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaminn ya rabb, mkasi Di, ialah kartininya harus liat anaknya kawen dulu, punya anak :D

      Delete
  3. Huwaaah.. Semoga sehat selalu dan panjang umur mamak abang yaaa~ Btw, jaman aku adanya P-Man bang xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih dedek kecil :D
      Tau2, P-Man lagunya juga enak tuh..

      Delete
  4. wah kartininya dibanggain banget ya jadi salut nih,,salam kenal ya sesama blogger :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh..ia kak ransel ijo +62, salam kenal kembali :) Kuala Simpang aman?

      Delete
  5. perjuanga kali bah mau nonton aja yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia bre, makanya bagus2 lah ya sekolah, biar mencapai cita-cita setinggi langit :D

      Delete
  6. sama sih perjuangannya buat nonton tivi, bedanya cuma satu, kalau mamak awak ngga bisa beli-in tivi ^_^

    tapi tetap selalu bersyukur

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe..dedsrait brader, kan kata Allah Bersyukur lah kamu, maka akan kutambah nikmat untukmu :D

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete